[ endhoot ]

endhoot at the first time being BLOGger was so GO-BLOG for nge-BLOG in the BLOGspot and made a JE-BLOG one

Tuesday, December 29, 2009

12 Tahun

Akhirnya setelah 12 tahun diriku ngeblog lagi... eh... salah deng :p

12 tahun sudah aku tinggal di Bandung. Kota yang dingin, kota yang adem, kota yang sejuk, kota yang penuh dengan beragam kuliner, kota yang penuh dengan factory outlet yang tampaknya tiap bulan ada aja FO baru yang nongol, kota tempat aku liburan semenjak TK, kota yang macet di tiap wiken... Aahh... kota penuh kenangan juga :)


12 tahun yang lalu, tepatnya pertengahan Desember 1997 aku menginjakkan kaki kembali di Bandung untuk yang kesekian kalinya. Hanya saja kali ini bukan untuk liburan tetapi untuk menetap karena mendapatkan pekerjaan yang pertama kalinya setelah lulus kuliah dan wisuda di bulan Oktober.

Pekerjaan pertama berupa kontrak 2 bulan sebagai staf administrasi untuk proyek-nya mas bro di RisTI Telkom di Geger Kalong. Teman pertama yang kukenal di Bandung adalah Matias "si kambing" Prasodjo karena terlibat dalam proyek yang sama. Kalo gak salah gaji pertama waktu itu Rp200.000,00.

Di Bandung pula aku mulai mengenal internet dengan intense. Dengan alasan memperlancar bahasa Inggrisku, aku berkelana dari chat room satu ke chat room yang lain. Web chat-nya Yahoo, kemudian ke YM, kenal ICQ, dan beberapa chat room lainnya hampir semua dicobain. Entah kenapa gak tertarik ama mIRC, gak familiar dengan command2nya. Masa2 chatting yang bikin ketagihan. Hampir 24 jam selalu online , karena punya banyak teman dari berbagai negara yang mana jam2 online mereka juga berbeda2 :) Bikin web pertama dengan tools Front Page dan Geocities :) Punya pacar pertama dari YM. Iya, pacar pertama. Karena sebelumnya emang belum pernah pacaran. Temen deket mungkin iya :p etapi pacar menurut definisiku adalah orang yang menyatakan perasaannya dengan lisan dan aku terima pernyataannya itu dengan sepenuh hati. Jadi kalo menyatakan lewat sikap aja sih belum aku anggap sebagai pacar. Karena kalo lewat sikap kadang aku kurang bisa membaca sinyalnya dan biasanya aku positive thinking aja menganggap dia emang orang yang bener2 baik dan juga biasanya aku gak mau ke-GR-an. Jadi kalo emang suka ya nyatakan!

Eh lho... kok malah merembet ke situ. Lanjooott...
Ehmm... dilanjut ke apa ya... Jadi gini selama 12 tahun aku merantau di Bandung, ternyata:
- teuteup ndak bisa nyunda
- teuteup ndak apal jalan2 di Bandung
- berat badan naik 10-12 kg, etapi skrg udah turun 5 kg-an kok
- teuteup belum dapet suami, jadi kalo ada yang punya stok tolong yah :p
Tapi selama 12 tahun itu pula aku menemukan banyak teman baru dan sahabat yang hebat! Iya, kalian memang hebat! *hugs* Thanks for being my wonderful friends!

Dan banyak-banyak beribu-ribu terima kasihku ke mas bro and family yang telah menyediakan tempat bernaung selama ini. Maksud hati sih gak mau kelamaan ngerepotin, tapi sepertinya situasi belum memungkinkan. Makanya to, mas bro, kenalin aku ke temen2mu ituuuu... :) halah... balik lagi ke situ :p

Akhir kata, Selamat Tahun Baru 2010. Wish all the best for us! Aamiin...

Labels: ,

Monday, November 30, 2009

Loh Kok Udah Akhir November?

Aaarrrghhh....

Dan aku belum posting apa-apa untuk bulan November ini???
Padahal bahan kalo mau dicari sih banyak loh

Masih utang tulisan:
- Liburan Batam-Singapore
- Liburan Bogor

Pengen posting:
- Pesta Blogger 2009 (dan 2008 dan 2007), meskipun cuman poto ya :D
- Koleksi Hot Cats
- Koleksi postcard
- 4 jembatan (Ampera, Barelang, Suramadu, Pasopati)

Aaaarrgghhhhhhh.....

Friday, October 16, 2009

Sumpah Pemuda: Donor Darah Yuk!

Dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober nanti, id-GMail bersama dengan BBV, Batagor, Speedy aka Telkom, Rumah Blogger, Pivijis Flexter, dan PMI akan mengadakan event dengan judul:

BLOOD FOR LIFE


Detilnya sih seperti ini:

“DARAHKU untuk INDONESIA SATU”
“OUR BLOOD FOR LIFE, FOR INDONESIA UNITE”
THE BEAUTY OF LIFE doesn’t depend on HOW HAPPY we are…but on HOW HAPPY OTHERS CAN BE, because of us..#BLood For Life
Mari memberi arti bagi kehadiran kita didunia ini, bagi nyawa sesama kita.

Blood For Life (BLF) ini mulai dibentuk sekitar awal Maret 2009. Terinspirasi dari beberapa kejadian yang menyentuh. Salah satunya adalah kematian seorang ibu yang tidak tertolong karena kehilangan banyak darah dan pada saat yang sama, tidak ada yang bersedia menyumbangkan darahnya untuk si ibu. Untuk meminta bantuan pada Bank Darah setempat, ternyata tidak mudah. Birokrasinya sangat berbelit-belit dan mereka harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Ibu ini akhirnya menghembuskan nafas dihadapan kedua anaknya.

Dan banyak lagi sahabat-sahabat lain diluar sana yang juga sedang berjuang melawan penyakit berat, dan satu ketika mungkin saja akan membutuhkan uluran tangan kita. Disisi lain, ada banyak sekali orang yang tergerak untuk menyumbangkan darahnya, namun tidak tahu siapa yang harus ditolong.

Energi yang mereka hadirkan inilah yang kemudian menjadi kekuatan besar untuk membentuk Blood for life ini.

Syarat-Syarat Donor Darah:
1.Dalam kondisi sehat
2.Usia antara 17-60 tahun
3.Berat badan minimal 45 kg
4.Tekanan darah:
- Sistolik: 100-160 mmHg
- Diastole: 60-100 mmHg
5.Denyut nadi 60-100 x / menit, teratur
6.Kadar Hb: 12,5 gr/dl atau lebih
7.Suhu tubuh tidak len-bih dari 37 derajat C
8.Jarak dengan donasi terakhir min 2,5 bulan
9.Tidur minimal 5 jam
10.Sudah sarapan atau makan
11.Bagi wanita tidak sedang hamil / haid / menyusui
12.Tiga hari terakhir tidak mengkonsumsi obat-obatan yang mengandung salisilat / aspirin (untuk donor trombosit)
13.Tidak mendapat imunisasi virus yang dilemahkan dalam waktu 2 minggu
14.Tidak pecandu alkohol dan narkotika
15.Tidak bertato
16.Tidak mempunyai riwayat penyakit:
- Tekanan darah tinggi / rendah
- Anemia / kurang darah
- Penyakit gangguan pembekuan darah
- Kencing manis
- Penyakit infeksi yang ditularkan melalui transfusi darah (hepatitis, malaria, sifilis, HIV, dll)
- Penyakit hati, ginjal, jantung dan paru2
- Ayan, kejang
- Kanker

Trims,
-Panitia-

Acara ini terselenggara atas kerjasama dari Telkom, PMI, BFL, Indonesia Unite Regional Bandung, BBV, BATAGOR, ID GMail, Pivijis Flexter, Rumah Blogger.

Link related:
- Event invitation via facebook
- Pamflet

Note:
Aku sendiri belum pernah ngerasain gimana jadi donor darah, moga2 ntar hari Minggu ini aku bisa ikutan *deg2an*

Labels:

Sunday, September 20, 2009

Akhirnya Pulang Juga

Lebaran tahun 2009 ini akhirnya aku pulang juga, setelah sempet menjadi Bang Thoyib karena 3 lebaran berturut-turut ndak pulang... hehehehhe...

Udah ah gitu aja
Biar bulan September archive-nya ndak kosong

Labels: ,

Wednesday, August 12, 2009

[basbang] Trip to Palembang - Day 5

Hari 5
Selasa, 10 Juni 2008

Pagi2 dibangunin ama Rieri, mo diajak sarapan. Pilihannya antara bubur ayam ato mie celor. Diputuskan untuk nyabu aja. Aku, Rieri, Deden, dan Hendra (sepupu Rieri) pergi ke stadion (ga jadi ke Kambang Iwak). Buburnya berkuah juga, kuah semur kali ini. Yah gitulah rasa bubur, udah encer dipakein kuah ya tambah encer. Tak lupa nyobain bentar ke Taman Refleksi. Aduh... sakit juga telapak kakiku tanda banyak yang ga beres di tubuhku.





Sekarang waktunya cari oleh2! Karena sisa duit tinggal dikit, kita beli pempek dan kemplang di pasar Cinde saja, dan jumlahnya juga disesuaikan dengan uang yang ada di dompet aja :p Setelah dapet semuanya, kita pulang dan beres-beres.



Jam 15.30 kita berangkat dari rumah. Pamitan dulu dan makasih Bi Ani, Wiwit, dan Hendra atas tumpangan tempat tidurnya, moga2 nanti bisa maen ke Palembang lagi. Dan seperti berangkat, pesawat kena delay lagi. Tapi Alhamdulillah aku pulang dengan selamat ke Bandung pada jam 23.30. It's a great experience! Really!!!









DAN INILAH HASIL PERBUATAN DEDEN + RIRI SETELAH SETAHUN:


Aby eh Athar
Klik by Mahen

Link related:
- [basbang] Trip to Palembang - Day 1
- [basbang] Trip to Palembang - Day 2
- [basbang] Trip to Palembang - Day 3
- [basbang] Trip to Palembang - Day 4

Labels: , , , ,

[basbang] Trip to Palembang - Day 4

Hari 4
Senin, 9 Juni 2008

Aku booking Ardy seharian untuk jadi tour guide. Sebelum memulai wisata di hari Senin ini, kita disuguhi tekwan oleh tuan rumah. Jam 11.00-an aku dan Ardy dengan bersepeda motor mulai meluncur membelah kota Palembang. Tujuan pertama adalah ke Model H. Dowa, yang pada Sabtu sebelumnya gagal aku cicipi. Siang-siang sinar matahari memancar dengan teriknya, aku makan Model yang dimakannya harus dalam keadaan panas/hangat. Hhhmm... enak. Kuahnya udah dicampur sekalian dengan cuka dan kecap, dan pas di lidah.



Wisata lanjut ke Universitas Sriwijaya, ke Kokesma tepatnya yang terletak di bagian depan kampus. Cari2 aja kali2 ada kawos ato stiker yang bisa dibeli, dan ternyata emang iya... sekedar buat kenang2an aja. Hihihihihhihii... kurang kerjaan!



Kemudian kita menuju ke PIM, Pondok eh... Palembang Indah Mall, mo ngadem aja sih sambil nunggu agak sorean untuk wisata air. Tapi kalo cuman jalan2 doang di mall ya kelamaan, akhirnya nengok ke 21. Eh ada Indiana Jones 4 maen... hhmmmm... nonton yuk, Dy! Si Ardy belum nonton juga ternyata. Jam maen masih agak lama, akhirnya kita ke tempat temen Ardy yang jualan kawos2 Palembang. Ketemu dengan mbak Lies yang punya website di www.palembangcity.com. Sayangnya kawos2 yang aku pengeni lagi abis, sedangkan stok yang ada kebanyakan untuk supporter sepak bola Palembang... eh apa nama kesebelasannya? Akhirnya aku pesen beberapa desain yang sedang dalam tahap produksi dan nanti kawos2nya akan dikirim ke Bandung. Setelah beres dengan kawos, kita segera balik ke PIM untuk nonton.




Weh... aku dianggap tamu euy... hihihiih...
http://palembangcity.com/?p=79

Disain2 kawosnya:
http://palembangcity.com/?cat=12

Beres nonton jam 16.00-an langsung deh kita ke Ampera lagi. Kali rencananya pengen wisata air alias naek getek (bermotor) sepanjang sungai Musi. Eh bukan sepanjang ya... tapi menyusuri bbrp kilometer dari sungai. Liat-liat tarif, kita milih yang paling murah aja, Rp15.000,00 per orang PP ke Pulau Kemarau. Karena pengunjung sepi, si tukang getek minta diborong geteknya untuk 5 orang... what??? That's too expensive!! Ditawar kena 50 rebu untuk berdua aja. Yo wis lah gpp, kesian juga sih. Dan mulailah petualangan kita naek getek.





Melewati bawah jembatan Ampera, saling berpapasan dengan getek laen, memperhatikan air sungai Musi yang coklat dan bau, menghindari eceng gondok yang hanyut oleh arus sungai, sambil aku wawancara si tukang getek tentang sungai Musi ini. Dengan lebar sungai sekitar 300 meter dan kedalaman 20 meter, sungai Musi dapat dilewati oleh kapal2 sebesar feri dengan salah satu tujuannya ke Bangka. Sungai ini juga terdapat banyak ikan yang bisa dikonsumsi oleh penduduk di pinggir sungai. Dan menurut wikipedia, panjang sungai ini adalah 750 km.











Sempet berhenti sebentar buat ngisi bahan bakar ni getek:



Melewati pabrik pupuk Sriwijaya ato lebih dikenal dengan pupuk Pusri, tampaklah pulau Kemarau. Sebuah pulau kecil dengan diameter sekitar 1 km dan berjarak sekitar 3 km dari Ampera (kata tukang getek), pulau yang akan sangat ramai di bulan Februari ato lebih tepatnya adalah pada saat Imlek karena di pulau ini terdapat pagoda dan tempat kaum Tionghoa bersembahyang.















Gak terasa jam udah di angka 17.00, kita segera berayun2 lagi dengan getek balik ke Ampera. Perjalanan pulang terasa lebih lama, ternyata getek melawan arus sungai. Mendung gelap mulai tampak, dan photo2 makin blur saja, ah gpp yang penting hepi :) Nyampe ke daratan lagi sekitar jam 18.00 dengan sedikit rasa kecewa karena sampe jam segitu yang udah termasuk gelap, lampu2 di Ampera belum dinyalain. Ternyata lampu2 itu baru akan nyala jam 20.00-an... huuuuuu... padahal sempet pengen mo photo2 masih di getek dengan latar belakang Ampera yang berlampu, gagal deh.








Bergegas kita menuju ke .... eh apa namanya... kok aku lupa.... untuk makan malam dan kopdar dengan para blogger Palembang yang tergabung dalam komunitas Wongkito dengan blog-nya wongkito.net. Pengennya makan di tempat yg nyediain makanan khas Palembang, eh ternyata tempat kopdar-nya di Ayam Penyet Ria. Weleh... weleh.... hiihihihihih.... Aku ketemu dan kenalan dengan bbrp blogger Palembang, yaitu :



Ouja – si mirip Wesly, kacamataan, gondrong, dan ga pernah lepas jaket. Si Jafis dg web-nya jav.is auehgauheahiah... bukan deng, dan beberapa yang lainnya.




Deden dan Rieri ikut nyusul kopdar. Kita haha hehe juga. Dan bbrp blogger ini ternyata lucu2 juga. Ada satu malah udah sempet minta join masuk id-gmail, cuman dia belum klik apprup-nya kayaknya. Di milis mereka pun ada junk juga, ada ospek juga untuk member baru, dan bila lulus namanya Pecah Telok.





Hari yang sangat berkesan: petualangan dan teman2 baru. Makasih buat Ardy yang udah rela nemenin aku kliling2 Palembang. Balik ke rumah, mandi, dan di malam terakhir di Palembang ini aku ga bisa tidur!!! Ga tau kenapa, akhirnya jam 02.00-03.00-an baru bisa tidur.



Link related:
- [basbang] Trip to Palembang - Day 1
- [basbang] Trip to Palembang - Day 2
- [basbang] Trip to Palembang - Day 3
- [basbang] Trip to Palembang - Day 5

Labels: , , , ,

[basbang] Trip to Palembang - Day 3

Hari 3
Minggu, 8 Juni 2008

Pagi-pagi udah bangun dan segera mandi dan bersiap diri karena akad nikah akan diadakan jam 07.00. Sambil nunggu acaara akad nikah, sambil mlurking dan ngecek id-gmail. Beuh... ada 350-an unread threads di id-gmail doang, belum yang laen2nya. Dan untuk sementara packrat di facebook dilupakan dulu karena sangat tidak memungkinkan memainkannya via hape. Mungkin sih, cuman effortnya terlalu besar kalo dimaenin. Yak mari melihat pengantin mempersiapkan diri.




Weleh, pak Penghulu ngelag datengnya, bikin akad nikah jadi molor ke jam 08.00. Langsung aku berpindah lokasi duduk karena lokasi bareng ibu2 berarti penganten akan tampak belakang, it's not a good position to take pictures of the ceremony. Nyempil di antara bapak2, aku pun menyaksikan satu peristiwa sejarah yang terjadi Minggu ini. Deden yang tampak tegang mulu (dan selalu kuingatkan untuk tersenyum, beda dengan Rieri yang lebih sering mengumbar senyum tanpa perlu diingatkan) tapi dengan mantap menyebutkan ijab kabulnya dengan sekali ucap. Alhamdulillah, sekarang kalian sah menjadi suami istri, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawwadah warohmah.














Penganten berganti baju dan siyap menuju gedung untuk resepsi. Aku segera meluncur ke gedung dan bertemu mBu dan nengDJ di sana. Eh kami bertiga malah dikira dari keluarga besan aka dari keluarga Deden. Kami hanya bisa nyengir dan saling pandang. Karena adat yang dipake adalah adat Jawa, maka ada sedikit prosesi yang berlangsung di dalam gedung yaitu acara temu/panggih, saling lempar sirih, injek telur, membasuh kaki, timbang, kacar kucur, dan saling suap.





Dilanjutkan dengan 1 tarian Bajing Luncat yang diperagakan oleh sepupu2 Rieri dan juga sambutan2 dari pihak keluarga pengantin, kemudian acara diakhiri dengan memberi restu kepada pengantin baru oleh para undangan dan baru kemudian dipersilakan menikmati hidangan. Tentu saja seperti bisa, kita sih salaman ma penganten mah terakhir sebelum pulang sekalian photo2, kita menyerbu hidangan dulu dong. Ketemu gajah Palembang, si Ardy, kita ngumpul makan bareng dan lanjut memberi doa dan restu kepada Deden dan Rieri sambil tak lupa photo2an.







Resepsi beres, penganten pulang untuk istirahat dulu. Akupun ikut bermalas2an. Ga ada rencana mo kliling2 Palembang. Cuaca tetep mendung tapi panas, bikin aku di sini rajin mandi... hihihiihih... Setelah makan malam ternyata keluarga Deden pengen jalan-jalan dan aku langsung mengajukan diri untuk ikut. Kali ini kita ke Ampera lagi di waktu malam, jam 20.00-an gitu deh. Dan oohh... indahnya Ampera di waktu malam, bertaburan lampu2, bersolek genit bak seorang gadis sedang menunggu sang kekasih. Sementara di waktu siang Ampera begitu gagah seperti seorang penjaga harta karun yang menjaga dan mengawasi harta miliknya. Sambil makan kemplang tentulah kita photo2. Eh tapi kok banyak yang blur ya... hihihiihih... Wesly sih ga mau pulang, jadinya kan photo2nya pada ga asik nih... *kitik2 Wesly*.










Benteng Kuto Besak ketika malem ga bisa diliat, hanya diterangi lampu sorot dari bawah. Eh malah muncul ide ketika ngeliat bayangan yang tampak di tembok benteng karena kena sorot lampu. Kita photo2an di tembok benteng, moto bayangannya doang tentunya, dan tak lupa sambil terbahak2 ngeliat bayangan kita sendiri. Mungkin kita jadi tontonan orang2 yang ada di sekitar situ deh... ah tapi cuek beibeh.







Di deket BKB dan Ampera terdapat satu bangunan yang ternyata adalah museum, museum Sultan Mahmud Badaruddin II namanya sesuai dengan nama bandaranya juga. Sayang, ga masuk ke situ, selain ga ada rencana juga karena udah malem yg tentu saja ga buka lah museumnya.




Dagangan lampu hias di pinggiran Musi di sekitaran Ampera:




Eh perut kita laper lagi padahal sebelum berangkat tadi udah makan, segera saja meluncur deh ke Martabak Har. Pernah Rieri beli martabak Har ini di Bandung, aku ngicipin dan merasa aneh dengan rasanya, dan ga merasa tertarik untuk menjadi suka. Tapi ternyata di sini, di Palembang, di tempat Martabak Har yang asli, lidahku bisa menerimanya and I think I fall in love ama martabak ini. Nyam... nyam... nyam... Kulit untuk bikin martabak telor itu dilebarin lalu pecahin telor di atasnya, lipet kulitnya, masukin ke wajan dg minyak panas. Goreng sampe mateng. Jadi isinya nanti berupa telur ceplok. Dihidangkan bersama dengan kuah kari yang kental dg bbrp potong kecil kentang, dan sambel kecap. Ooohhh.... yummy!!! Ditemani es kacang merah untuk minumannya, terasa segar. Es kacang merahnya di sini juga enak, lebih enak daripada yang di foodcourt di hari sebelumnya. Kenyang, kita pun pulang. Dan aku kembali tertidur nyenyak.






Link related:
- [basbang] Trip to Palembang - Day 1
- [basbang] Trip to Palembang - Day 2
- [basbang] Trip to Palembang - Day 4
- [basbang] Trip to Palembang - Day 5

Labels: , , , ,

[basbang] Trip to Palembang - Day 2

Hari 2
Sabtu, 7 Juni 2008

Ya ya ya... bangun agak kesiangan :D langsung sarapan ama bubur ala Palembang, yaitu bubur ayam pake kuah kari. Kata Rieri sih harusnya kuah semur. Hhhmm... kayak di Surabaya aja, bubur ayam pake kuah, kuah soto tapinya. Ya aneh-aneh gimana gitu deh rasanya, jadi tambah encer aja tuh bubur dipakein kuah.



Setelah nganterin sang calon penganten ke perias untuk milih baju dan ke salon, aku turun di tengah jalan buat janjian ama dik Iman dan nengDJ. Selama menunggu tiap kali ada bis kota lewat pasti akan terdengar suara musik yang berdentam-dentam saking kerasnya. Ternyata hal tersebut adalah tren yang entah sesa(a)t ato enggak. Aku ga bisa bayangin kalo berada di dalam bis kota itu, kuping mungkin akan terasa pekak (bila tak biasa) oleh hingar bingarnya house music, serasa di dalam diskotik saja.

Jemputan pun datang, kita segera melaju ke arah tempat makan, lagian juga udah waktunya makan siang kok. Yak wisata kuliner dimulai. Pertama-tama kita nyobain Pindang Patin yang berada di jl. Angkatan 45, 45 di sini bukan merupakan nomer rumahnya loh ya tapi emang nama jalannya seperti itu. Disebut pindang tuh karena ikannya berkuah, padahal kalo di Jawa pindang itu artinya digarami eh diasin eh ya gitu deh tapi bukan menjadi ikan asin yg mana kering dan kriuk kalo digoreng. Harga pindang patin sekitar Rp 9.500,-an untuk 1 porsi. Kuahnya berasa seperti kuah sayur asem tapi ada rasa pedesnya. Untuk ikannya aku ga masalah, enak kok. Tapi kalo untuk kuahnya aku merasa kurang cocok karena emang ga terbiasa makan masakan ikan berkuah seperti itu. Aneh aja. Ga lupa nyobain Brengkes Tempoyak, yaitu ikan dipepes dengan bumbu durian. Beuh... baunya susah ilang. Rasa bumbu duriannya ini yang gak banget di lidahku. Untuk mengurangi rasa duriannya, brengkes tempoyak ini dicocol ke sambal mangga muda ato sambal terasi. Tapi it's okay, kalo ga gini ya gak akan tau gimana rasanya makanan2 tersebut. Dan untungnya lagi 1 porsi itu dimakan berdua aku dan Putri (Ncis) adiknya dik Iman.




Selesai makan, kita berkunjung2 dulu ke sodara2nya dik Iman. Dan dik Iman pun masih sempet2nya berenang2 dulu... aarrgghhhh... aku juga pengen ikut nyebur buat ngadem, apa daya kalo aku ikut nyebur bisa bikin tuh kolam jadi sirop deh. Hhhmmm... photo dik Iman yang entuh posting gak yaaaa... *muncul gambar iblis di atas kepala*



Jam 4 kita berger lagi dengan dipandu 3 orang sepupu (Dita, Mita, Tata) dan 1 temen (eh temen? "temen" deh kayaknya) dari sepupunya mBu, kali ini tujuannya ke Ampera dan BKB (Benteng Kuto Besak). Langit tampak mendung, enak sih jadi bikin ga terlalu panas dan gerah. Di sepanjang jalan aku liat banyak spanduk yang bertuliskan “Mari pertahankan gelar kota Adipura” yaaa... something like that lah... ternyata aku baru nyadar bahwa Palembang kotanya bersiiiihhh banget, jarang terlihat sampah2 di jalan2, ga seperti Bandung *sigh*.

Nyampe di Ampera (orang Palembang nyebutnya Proyek), yang ternyata sebelahan ama BKB, kita langsung photo2 dwuongs aw. Tapi niyat untuk wisata air aka naik ketek eh getek di sungai Musi belum kesampaian karena angin yang agak kencang dan mendung yg tampak gelap bikin ati kuatir juga kalo nekad. BKB ternyata (katanya) sekarang jadi perumahan tentara, jadi kita ga bisa masuk lagi ke dalam benteng. Eh bener gak sih info ini?






Tukang potonya:



Ga puas photo2 dari satu sudut, kita berpindah ke sebrang sungai untuk mencari sudut lain. Melalui Kampung Kapiten, kita ngeliat Ampera dari sudut lain, dari sudut Restoran Terapung yang katanya milik Helmy Yahya yang mana dia juga akan membangun hotel di bagian ini. Kalo ga gerimis dan mulai menggelap sepertinya kita masih akan melanjutkan sesi photo2 dari sudut ini.












Adzan Maghrib berkumandang, kita menuju ke Mesjid Agung untuk beribadah dan melanjutkan sesi pemotretan di air mancur yang berada di depan mesjid. Kirain kami udah termasuk norak dengan memberanikan diri photo2 di air mancur, ternyata air mancur ini emang salah satu obyek juga. Jadi kita ga pake malu2 lagi untuk berpose, lumayan basah sih setelahnya karena kecipratan air mancur yang terbawa angin.






Perut mulai berbunyi minta diisi, kita beranjak untuk melanjutkan wisata kuliner. Karena tempat yang dituju sudah abis menu yang kita pengeni, terpaksa kita ke foodcourt Selera Kita. Di sini aku ngerasain yang namanya Model dan Pempek Panggang serta ga lupa Es Kacang. Cukup disebut es kacang saja karena itu udah pasti adalah es kacang merah seperti yang aku suka beli di Pempek Pak Raden yang di Bandung. Ok, review kuliner kali ini adalah pertama Pempek Panggang yang merupakan salah satu varian dari pempek, sesuai namanya pempek ini dipanggang, bisa polos tanpa isi ato dengan isi berupa udang pedas (kayak oncom gitu deh). Cara makannya tetep pake cuka kecap itu. Rasanya... ya namanya aja pempek ya pasti rasa pempek lah, cuman dia terasa lebih pedas bila pake isi. Kedua adalah Model. Gara2 model ini kita jadi punya pepatah eh motto eh apa ya cocoknya... yaitu INGIN JADI MODEL? TINGGAL TAMBAHKAN CUKA, KECAP, DAN SAMBAL. Jadi kalo kalian pengen jadi model, you know what to do now. Untuk model ini adalah pempek isi tahu dengan memakai kuah kaldu udang. Aku belum menemukan di mana enaknya model ini padahal udah aku tambahin cuka, kecap, dan sambel, mungkin komposisi campuranku ga bisa menghasilkan rasa yang tepat. Ketiga adalah Es Kacang Merah. Hhhmmm... rasanya sepertinya masih lebih enak yang di pempek Pak Raden yang di Bandung deh.





Semakin malam, perut telah kenyang, waktunya untuk segera pulang, mandi dan tidur. Besoknya harus bangun pagi untuk menyaksikan akad nikahnya Deden dan Rieri. Malam kedua akupun tertidur nyenyak setelah sign up terlebih dahulu ke plurk.

Link related:
- [basbang] Trip to Palembang - Day 1
- [basbang] Trip to Palembang - Day 3
- [basbang] Trip to Palembang - Day 4
- [basbang] Trip to Palembang - Day 5

Labels: , , , ,

[basbang] Trip to Palembang - Day 1

Hwasyeeemm... aku jadi basbang gini!!!
Emang plurk dan facebook keparat!!!
Ah cuwex weee...

SETAHUN (lebih hampir 2 bulan) YANG LALU...

Pilihan lokasi pernikahan Deden dan Rieri di Palembang memang tepat, karena aku belum pernah ke Palembang. Meskipun kondisi kantong sedang sekarat, tapi demi Rieri dan Deden, dan juga demi memenuhi rasa ingin tahuku akan Palembang, aku pun terbang ke sana :p





Hari 1
Jumat, 6 Juni 2008


Berangkat dari rumah jam 09.30, aku bareng Rieri menuju BSM untuk nebeng Primajasa ke Cengkareng. Aku melanjutkan tidur sebentar dan terbangun ketika memasuki Jakarta yang sedikit macet dan hujan. Jam menunjukkan sekitar pukul 14.00 ketika kami sampai di bandara.
Langsung kami mencari toilet dan makan siang dan bertemu dengan Deden beserta ibunya. Kami segera check-in dan mendapat kabar bahwa Batavia Air yang akan kami tumpangi mengalami penundaan keberangkatan. Untunglah kami... bentar... bentar... bahasaku kok jadi agak baku dan memakai EYD, jadi kerasa aneh ya... jadi terlalu resmi gitu, balik pake bahasaku yang biasanya aja deh... hehehhehee...

Back to topic. Kami menuju ruang tunggu di atas dan mulai buka bekel... eh ibunya Deden bawa nasi dan lauk pauknya, sedangkan aku sebelumnya beli AW dan Krispy Kreme (akhirnya kesampaian juga makan KK lagi *lirik mbah Wicak*). Jadinya piknik di bandara deh... hhihihih...



Kenyang makan, kena angin jadinya ngantuk deh, tapi tempat tidak memungkinkan buat bobo'. To waste time sih aku login aja ke gmail buat ngejunk via hape. Tapi ga nyaman juga baca email via opera mini gini, bosen, mo login ke facebook buat maen packrat kok ya ga asik, akhirnya matiin gprs biar tagihan ga membengkak ;p Buka dus KK, bingung mo makan yang mana. Yang original dan clucker (? entahlah, udah lupa namanya) udah pasti enak di lidahku, yang kayak landak itu yang isinya vla cappucino, entah apa namanya, juga enak... tapi yg laennya sepertinya kurang sip dan terlalu padat terutama untuk yang ga bolong tengahnya, ato karena aku udah mulai kenyang kali ya. Dan memang KK lebih manis dibandingkan ama J.Co dan Dunkin Donuts, tapi masing2 merk itu emang punya jenis unggulan masing2 ya. Untuk J.Co aku paling seneng ama yang original (glassy ya namanya?) dan mango. Untuk DD aku seneng yang isi vla durian dan lemon. Dan sekarang ada donat baru yang terbuat dari kentang dan harganya cuman Rp 1.500,- per bijinya. Donat ini juga enak, hanya dibalur gula halus saja. Eh... kok malah ngobrolin donat sih.

Ya ya ya... kembali ke cerita... Menjelang jam berangkat kita pindah ke ruang tunggu di dalem yang ber-AC. Ah, malah bikin aku tambah senewen aja. Dan jadi rada mules ketika pesawat delay lagi. Ketika akhirnya pesawatnya nongol, aku segera pasang salonpas di perut karena sesiangan kena angin mulu, dan dipastikan di dalem pesawat dingin banget (aku ga tahan ma dinginnya), daripada nantinya malah tersiksa kan, dan sekali lagi ke toilet untuk pis of cur biar ga perlu make toilet di pesawat.

Jam 18.00 lebih pesawat take off. Berbekal Donal Bebek minjem ke Rieri, lumayan agak mengurangi rasa deg2anku dan sedikit mengalihkan perhatian biar ga tambah senewen ketika take off. Di atas sempet ujan dan melewati petir2 yang menyambar2, turbulence pastinya membumbui penerbangan kali ini. Langit gelap gulita, gak bisa manfaatin kamera buat photo2. Coba kalo berangkatnya ga pake delay kan bisa poto2an nih *tendang2 Batavia Air*. Eh iya, karena bbrp kali delay, kita dapet kompensasi berupa snack dan air minum, yang ternyata sama persis dengan yg dibagiin di dalem pesawat. Hhhmm... kok bukan nasi ya...



Landing mulus. Pilot-pilot Indonesia emang hebat! Jam di bandara Palembang... halah apa namanya... bentar buka wikipedia dulu yah... oh nama bandaranya adalah Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dan sejak tahun 2004 (kalo ga salah) udah jadi embarkasi pemberangkatan haji, jadi ga perlu ke Jakarta dulu seperti sebelum2nya. Dan bandara ini direncanakan untuk jadi bandara internasional. Jarum pendek jam berada di antara angka 7 dan 8 ketika aku photo2 di depan tulisan welcome... hihihihii... gpp kan norak-norak bergembira.




Ternyata Palembang itu panas, bikin gerah orang Bandung aja nih ;p Nyampe di rumah Rieri, kenalan dan salaman ama ortunya dan sodara2nya, lanjut makan malem, mandi dan tidur. Aku nebeng nginep di rumah bibinya Rieri, bi Ani, yang rumahnya berada di belakang rumah Rieri. Dan ternyata ini rumah2 sodara2 Rieri tuh tetanggaan gitu deh, sebelah depan rumah paman, sebelah kiri rumah bibi, sebelah kanan rumah budhe, sebelah serong kanan rumah nenek, sebelah sono rumah paman yang lain... beuh... ngariung deh, jadi komplek sendiri nih... hihihiihihhi... Eh biasanya aku kalo di tempat baru tuh rada susah buat tidur, tapi di sini kok langsung bablas ya... kerasan kali ye... hehhehe. Ok deh, ngumpulin tenaga dulu buat petualangan besoknya.

Link related:
- [basbang] Trip to Palembang - Day 2
- [basbang] Trip to Palembang - Day 3
- [basbang] Trip to Palembang - Day 4
- [basbang] Trip to Palembang - Day 5

Labels: , , , ,

Sunday, July 19, 2009

Singapore Flyer



Sunday, July 19, 2009

Labels: , ,

Wall of F[Sh]ame